iaisyaichona.ac.id — Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan (BEM-KM INSYA Bangkalan) mewakili civitas akademika INSYA Bangkalan menghadiri Kongres Budaya Madura sekaligus Peresmian Museum Budaya Madura yang diselenggarakan oleh Universitas Trunojoyo Madura (UTM) pada Senin, 22 Desember 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer, Universitas Trunojoyo Madura.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., serta Sejarawan Nasional, D. Zawawi Imron, bersama sejumlah tokoh nasional, akademisi, dan budayawan Madura.
Mengusung tema “Glokalisasi Madura, Mengakar di Madura Berdampak untuk Dunia,” kongres ini bertujuan untuk melestarikan dan memperkuat nilai-nilai budaya Madura di tengah perkembangan zaman, sekaligus mendorong budaya lokal agar mampu memberikan kontribusi di tingkat nasional maupun global.
Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia turut mengapresiasi Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan atas penganugerahannya sebagai Pahlawan Nasional, yang dinilai memiliki peran besar dalam perjuangan dan pengembangan nilai keislaman serta kebangsaan.
Kehadiran pengurus BEM-KM INSYA Bangkalan merupakan bentuk dukungan dan partisipasi aktif mahasiswa dalam upaya pelestarian budaya lokal Madura. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana strategis bagi mahasiswa untuk menambah wawasan, memperluas jejaring, serta memperkuat peran generasi muda dalam menjaga dan merawat identitas budaya daerah.
Melalui partisipasi dalam kegiatan tersebut, BEM-KM INSYA Bangkalan berharap nilai-nilai kearifan lokal Madura dapat terus dilestarikan dan diimplementasikan, baik dalam kehidupan akademik maupun sosial kemasyarakatan.






