KOPASUS INSYA Perkuat Kaderisasi melalui Open Recruitment Berbasis Analisis Hukum dan Etika Peradilan

iaisyaichona.ac.id – UKM Komunitas Peradilan Semu Syaichona (KOPASUS) menggelar kegiatan open recruitment pada Rabu (11/2/2026), pukul 13.00–16.00 WIB, bertempat di Gedung A KH. Abdullah Aschal, Institut Syaichona Mohammad Cholil (INSYA).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bagian UKM dan Humas, Bapak Fathori Rois, Presiden Mahasiswa Alex Maulana Ibrahim, jajaran Ketua Umum UKM, serta seluruh panitia pelaksana KOPASUS. Kehadiran para pimpinan organisasi kemahasiswaan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap proses kaderisasi dan penguatan kapasitas organisasi di lingkungan kampus.

Bacaan Lainnya

Open recruitment ini diikuti oleh tujuh peserta yang terdiri atas dua mahasiswa dan lima mahasiswi. Melalui kegiatan ini, KOPASUS berkomitmen untuk menjaring anggota baru yang memiliki minat dan komitmen dalam pengembangan kompetensi di bidang peradilan semu, sekaligus memperkuat budaya akademik yang kritis, argumentatif, dan berintegritas di lingkungan INSYA.

Kegiatan ini bertujuan untuk mencetak kader Komunitas Peradilan Semu yang memiliki daya analisis hukum yang kuat, mampu berfikir sistematis serta menjunjung tinggi integritas budaya hukum serta berpegang pada etika dan profesionalitas dalam praktik peradilan. Selain itu, peserta dibekali pemahaman dasar mengenai hukum acara, mekanisme persidangan, serta pengenalan nilai-nilai akademik dan profesional yang menjadi landasan UKM KOPASUS.

Rangkaian acara berlangsung secara sistematis, dimulai dari pembukaan, sambutan, penyampaian materi, hingga penutupan. Materi yang disampaikan berkaitan dengan analisis subjek peradilan serta perannya dalam persidangan yang dipaparkan langsung oleh Bapak Dr. Arif Mulyohadi, S.H., M.Hum., selaku pembina UKM KOPASUS.

Pimpinan Umum UKM Kopasus dalam sambutannya menyampaikan harapan agar anggota baru memahami substansi fundamental dalam hukum acara sebagai pedoman awal dalam proses pembelajaran selanjutnya. Selain itu, anggota baru diharapkan mampu meningkatkan keterampilan praktik peradilan, memiliki keberanian dalam menyuarakan nilai-nilai keadilan, serta dapat berkontribusi secara nyata dalam pengembangan budaya hukum yang adil, profesional, dan bertanggung jawab.

Pada akhir kegiatan, penghargaan peserta terbaik diraih oleh Halim Kusuma, mahasiswa Program Studi Hukum Pidana Islam angkatan 2024.

Pos terkait