Bekali Mahasiswa dengan Nilai Keilmuan dan Ketakwaan, Rektor INSYA Tekankan Integritas dalam Pengabdian KKN 2026

iaisyaichona.ac.id — Rektor Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA) Bangkalan, Dr. Fera Andriani Djakfar, Lc., M.Pd.I., memberikan arahan kepada mahasiswa dalam kegiatan Pembekalan KKN 2026 yang digelar pada Sabtu, 19 September 2026 di Auditorium INSYA.

Dalam arahannya, Rektor menegaskan bahwa pembekalan memiliki peran penting bagi mahasiswa sebelum melaksanakan pengabdian di tengah masyarakat. Tidak hanya bekal pengetahuan dan keterampilan, mahasiswa juga perlu mempersiapkan diri dengan nilai-nilai ketakwaan, integritas, dan akhlak selama menjalankan KKN.

Hal tersebut disampaikan Rektor dengan mengutip firman Allah Swt. dalam QS. Al-Baqarah ayat 197:

“Wa tazawwadū fa-inna khaira zādit-taqwā.”
“Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”
(QS. Al-Baqarah: 197)

Menurut Rektor, pesan tersebut relevan dengan pelaksanaan KKN karena mahasiswa tidak hanya membawa bekal ilmu ketika terjun ke masyarakat, tetapi juga harus memiliki bekal moral dan spiritual dalam menjalankan tugas pengabdian.

“Untuk itu, perbanyaklah hal baik dan jauhi hal yang memang dilarang. Hal ini dalam menjaga integritas dan tingkah laku. Niatkan dengan ikhlas karena ini merupakan kegiatan mengabdi kepada masyarakat,” pesannya.

Ilmu Perkuliahan Harus Diterapkan di Masyarakat

Lebih lanjut, Rektor mendorong mahasiswa untuk menjadikan KKN sebagai ruang untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di INSYA.

Ia meminta mahasiswa agar tidak berhenti pada pemahaman teori di ruang perkuliahan, tetapi mampu menerapkannya sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing program studi.

“Ilmu yang kalian pelajari selama perkuliahan, silakan diterapkan di lokasi KKN sesuai dengan keilmuan Prodi masing-masing.”

Menurutnya, KKN menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata yang dihadapi masyarakat. Karena itu, mahasiswa diharapkan dapat hadir dengan sikap terbuka, mampu beradaptasi, serta memberikan kontribusi yang sesuai dengan kapasitas keilmuannya.

Jaga Nama Baik Almamater dan Syaikhona Kholil

Pada bagian akhir arahannya, Rektor mengingatkan mahasiswa untuk senantiasa menjaga sikap dan perilaku selama berada di lokasi KKN. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama almamater dan nilai-nilai yang diwariskan oleh Syaikhona Mohammad Kholil.

“Jaga baik-baik nama kampus kita dan nama Syaikhona Kholil. Selamat mengabdi, selamat KKN,” pesannya.

Arahan tersebut menjadi pengingat bagi mahasiswa agar pelaksanaan KKN tidak hanya berorientasi pada terlaksananya program kerja, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, penguatan integritas, serta pengamalan ilmu di tengah masyarakat.

Melalui KKN 2026, mahasiswa INSYA diharapkan mampu menjalankan pengabdian dengan niat yang ikhlas, menjunjung etika, mengamalkan ilmu, serta menjaga nama baik almamater selama berinteraksi dan berkontribusi di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *