iaisyaichona.ac.id — Ketua Program Studi Ekonomi Syari’ah, Fakultas Hukum dan Syariah, Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA) Bangkalan, Galuh Mustika Argarini, M.H., mengikuti kegiatan Penguatan Kurikulum Program Studi Berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diselenggarakan oleh Kopertais Wilayah IV Jawa Timur pada 7–8 Oktober 2026 di Surabaya.
Keikutsertaan Ibu Galuh dalam kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas mandat dari Wakil Rektor I Bidang Akademik INSYA Bangkalan (Dr. Moh. Mardi, M.H). Ia ditugaskan sebagai salah satu perwakilan institusi untuk mengikuti pelatihan yang berfokus pada penguatan kompetensi pengelola program studi dalam mengembangkan kurikulum berbasis capaian pembelajaran.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta dalam menyusun dokumen kurikulum serta perangkat pembelajaran yang komprehensif, terstruktur, dan selaras dengan standar pendidikan tinggi serta kebutuhan akreditasi program studi.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai penetapan tujuan program studi, perumusan profil lulusan dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), penyusunan matriks kurikulum, pemetaan bahan kajian dan mata kuliah, serta penurunan CPL menjadi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan Sub-CPMK. Kegiatan juga dilengkapi dengan praktik penyusunan RPS berbasis OBE yang menekankan keselarasan antara capaian pembelajaran, metode pembelajaran, aktivitas mahasiswa, dan sistem penilaian.
Bagi Program Studi Ekonomi Syari’ah INSYA Bangkalan, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengembangan kurikulum yang berorientasi pada kompetensi lulusan. Melalui pendekatan OBE, kurikulum tidak hanya diarahkan pada penguasaan materi perkuliahan, tetapi juga pada kemampuan nyata yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.
Galuh Mustika Argarini menyampaikan bahwa salah satu pemahaman penting dari kegiatan ini adalah penyusunan kurikulum harus dimulai dari penetapan profil lulusan yang ingin dihasilkan. Profil tersebut selanjutnya menjadi dasar dalam merumuskan CPL, menentukan bahan kajian dan mata kuliah, serta menyusun CPMK dan Sub-CPMK yang terukur.
“Pengembangan kurikulum harus berangkat dari pertanyaan mendasar: lulusan seperti apa yang ingin kita hasilkan dan kompetensi apa yang harus mereka miliki setelah menyelesaikan pendidikan? Dengan demikian, setiap mata kuliah dan proses pembelajaran harus memiliki kontribusi yang jelas terhadap pencapaian kompetensi lulusan,” menjadi prinsip penting yang ditekankan dalam pembelajaran OBE.

Selain penguatan kurikulum, pelatihan ini memberikan pemahaman bahwa RPS harus menjadi pedoman operasional pembelajaran yang memastikan keselarasan antara tujuan, materi, metode, pengalaman belajar mahasiswa, dan asesmen. Ketercapaian pembelajaran perlu diukur melalui indikator, kriteria, serta instrumen penilaian yang jelas.
Hasil pelatihan tersebut selanjutnya diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui evaluasi dan penyempurnaan dokumen kurikulum serta RPS diseluruh Fakultas dan Program Studi INSYA Bangkalan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu akademik, penguatan sistem penjaminan mutu internal, dan persiapan menghadapi tuntutan akreditasi program studi.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan yang diselenggarakan Kopertais Wilayah IV Jawa Timur ini, INSYA Bangkalan terus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia akademik dan pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta berorientasi pada kualitas lulusan.
