iaisyaichona.ac.id — Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA) Bangkalan sukses menggelar Rapat Kerja Manajemen (RAKER) Tahun 2026 selama dua hari, Sabtu–Minggu (5–6 September 2026). Mengusung tema “Transformasi INSYA Menuju Kampus Visioner”, kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Gedung C Nyai Hj. Mutmainnah Aschal tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pejabat struktural di lingkungan INSYA Bangkalan.
RAKER ini menjadi bagian penting dalam menyusun arah kebijakan, program kerja, serta strategi pengembangan kelembagaan untuk mewujudkan INSYA sebagai perguruan tinggi yang semakin adaptif, visioner, dan berdaya saing.
Kegiatan diawali dengan pembacaan tawasul yang dipimpin oleh Drs. Abdul Wahid HS, M.Pd.I., kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Shalawat Ilmi Syaikhona Kholil Bangkalan yang dipimpin oleh Achmad Hafsin, M.Pd. Seluruh rangkaian pembukaan dipandu oleh Qumaruzzaman, M.Pd. selaku pembawa acara.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. H. Mohammad Kuswadi, M.Pd. memberikan pengarahan kepada seluruh peserta RAKER. Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan RAKER merupakan langkah awal yang baik sekaligus modal utama bagi INSYA dalam merancang dan mengembangkan kelembagaan ke depan.
“Ini merupakan awal yang baik untuk INSYA. Saya berharap, sekaligus mewakili senat, bahwa sesungguhnya RAKER ini merupakan modal utama dalam mengembangkan INSYA ke depan. Lakukan RAKER ini secara rutin setiap mengawali tahun akademik baru,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC) dalam pengelolaan perguruan tinggi.
“Di dalam teori manajemen terdapat Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC). Kampus INSYA saat ini sedang melakukan empat hal tersebut, yakni merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan melakukan controlling,” tegasnya.
Mengakhiri arahannya, Dr. H. Mohammad Kuswadi menekankan bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh terlaksananya kegiatan, tetapi juga oleh proses dan arah pelaksanaannya.
“Bukan yang penting hanya berjalan, tetapi bagaimana jalannya yang penting dalam melaksanakan semua ini. Semoga hal ini benar-benar dapat terwujud,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor INSYA Bangkalan, Dr. Fera Andriani Djakfar Musthafa, Lc., M.Pd.I., dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelaksanaan RAKER 2026 telah didahului dengan rangkaian kegiatan praraker yang berlangsung pada 20–30 Agustus 2026.
“Praraker ini dilakukan sebagai upaya efektivitas waktu agar pembahasan dapat lebih maksimal pada saat pelaksanaan RAKER,” jelasnya.
Rektor INSYA juga memaparkan garis besar arah pengembangan kampus yang mengacu pada Rencana Induk Pengembangan (RIP) INSYA Tahun 2025–2045 dalam rangka berkontribusi menuju Indonesia Emas.
Menurutnya, RIP tersebut kemudian dijabarkan ke dalam empat fase pengembangan, masing-masing memiliki rentang waktu lima tahun. Fase pertama merupakan fase transformasi, fase kedua akselerasi, fase ketiga ekselensi, dan fase keempat supremasi.
“Fase lima tahun pertama ini merupakan fase transformasi. Fase lima tahun kedua adalah akselerasi. Fase lima tahun ketiga adalah ekselensi. Fase lima tahun keempat adalah fase supremasi menuju Indonesia Emas,” terang Dr. Fera.

Rangkaian seremonial RAKER Manajemen INSYA Tahun 2026 kemudian dibuka secara resmi oleh Rektor INSYA Bangkalan. Pembukaan tersebut disambut meriah dan penuh semangat oleh seluruh peserta.
Kegiatan RAKER Manajemen INSYA Tahun 2026 ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh H. Ahmad Muzawwir, M.Th.I. Melalui RAKER ini, INSYA Bangkalan meneguhkan komitmen untuk memperkuat tata kelola, menyelaraskan program kerja, serta mempercepat langkah transformasi menuju kampus yang visioner, adaptif, dan berdaya saing.
