142 Mahasiswa INSYA Bangkalan Resmi Diyudisium, Ketua Senat Tekankan Pentingnya Pengamalan Ilmu

iaisyaichona.ac.id — Sebanyak 142 mahasiswa Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA) Bangkalan resmi mengikuti Yudisium Tahun Akademik 2025–2026. Sabtu (12/09/26). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa setelah menyelesaikan seluruh rangkaian proses akademik sebelum melangkah menuju prosesi wisuda.

Ketua Panitia Yudisium dan Wisuda Tahun 2026, Dr. Muhaimin, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peserta yudisium tahun akademik 2025–2026 berjumlah 142 mahasiswa. Mereka terdiri atas 41 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), 66 mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah (ES), dan 35 mahasiswa Program Studi Hukum Pidana Islam (HPI).

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Muhaimin juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya rangkaian kegiatan yudisium.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kerja sama dari segenap pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan panitia,” ungkapnya.

Selain menyampaikan laporan pelaksanaan yudisium, Ketua Panitia juga menginformasikan bahwa Wisuda Tahun 2026 INSYA Bangkalan akan dilaksanakan pada Kamis, 24 September 2026, bertempat di Gedung Serba Guna Rato Ebuh, Jl. Jend. A. Yani No. 1, Kasorjan, Demangan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan.

Menutup sambutannya, Dr. Muhaimin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium.

“Selamat kepada peserta yudisium yang hari ini dirayakan. Semoga ilmu yang diperolehnya bermanfaat,” pungkasnya.

Penetapan Peserta Yudisium

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Rektor tentang Yudisium Nomor 121/A.01/INSYA/BKL/IX/2026 oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Moh. Mardi, M.H. Pembacaan SK tersebut menjadi bagian penting dalam penetapan peserta yudisium Tahun Akademik 2025–2026.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Senat INSYA, KH. Mohammad Nasih Aschal, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya yudisium. Menurutnya, yudisium merupakan salah satu momentum penting yang menandai selesainya sebuah tahapan akademik yang telah dilalui mahasiswa melalui proses panjang.

“Alhamdulillah, setelah melalui proses panjang, tibalah di mana momentum penting diraih bersama, yaitu pelaksanaan yudisium,” tuturnya.

Mohammad Nasih Aschal juga berharap momentum tersebut tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi dapat menjadi bagian dari perjalanan yang membawa keberkahan dan memberikan inspirasi bagi para lulusan.

“Semoga kegiatan ini menjadi kegiatan yang berkah, menginspirasi, yang tentunya inilah sinergi dan kolaborasi yang terus kita lakukan,” imbuhnya.

Gelar Bukan Akhir dari Perjalanan Keilmuan

Lebih lanjut, Ketua Senat INSYA memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yudisium yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan secara resmi memperoleh gelar akademik.

“Alhamdulillah, hari ini sudah sah mendapatkan gelar sarjana dan menjadi hari yang penting serta cukup memberikan kebahagiaan kepada kita,” ungkapnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan memperoleh gelar akademik perlu dimaknai lebih jauh. Gelar bukanlah akhir dari perjalanan keilmuan, melainkan bagian dari tanggung jawab untuk membawa ilmu tersebut ke tengah kehidupan masyarakat.

Ia mengajak para peserta yudisium untuk merefleksikan kembali makna keberhasilan yang telah diraih. Apakah keberhasilan tersebut hanya berhenti pada kebanggaan dan kepuasan setelah memperoleh gelar, atau justru menjadi titik awal untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas.

“Konteksnya tentu bahwa ilmu ini tidak selesai dengan hanya diberi stempel, tetapi ilmu ini harus diamalkan,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi penekanan penting dalam momentum yudisium. Sebab, perjalanan mahasiswa tidak berhenti setelah menyelesaikan proses akademik di perguruan tinggi. Setelah yudisium dan wisuda, para lulusan akan memasuki ruang kehidupan yang lebih luas dengan berbagai tantangan, pilihan, dan tanggung jawab.

Ketua Senat juga mengibaratkan berbagai persiapan menuju yudisium sebagai sebuah rangkaian skenario yang telah dilalui. Namun, kehidupan setelah yudisium dan wisuda akan menghadirkan skenario yang jauh lebih beragam dan dinamis.

“Banyak skenario yang dilakukan menjelang pelaksanaan yudisium. Jika kita melihat lebih luas, maka kehidupan kita setelah ini tidak akan lepas dari berbagai skenario yang akan dijalani,” jelasnya.

Menurutnya, perubahan dari satu tahapan kehidupan menuju tahapan berikutnya merupakan sesuatu yang fundamental. Karena itu, lulusan diharapkan mampu memaknai ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan sebagai bekal untuk menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

Momentum yudisium akhirnya tidak hanya menjadi penanda keberhasilan akademik 142 mahasiswa INSYA Bangkalan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa gelar sarjana membawa tanggung jawab untuk terus belajar, mengembangkan diri, serta mengamalkan ilmu agar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan semangat “Berkah, Bersinergi, Menginspirasi,” para lulusan diharapkan mampu melanjutkan perjalanan setelah kampus dengan membawa nilai keilmuan, integritas, dan pengabdian sebagai bagian dari kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *