iaisyaichona.ac.id — Sebanyak 142 mahasiswa Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA) Bangkalan resmi mengikuti Yudisium Tahun Akademik 2025–2026 yang berlangsung pada Sabtu (12/09/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa setelah menuntaskan seluruh rangkaian proses akademik sebelum melangkah menuju prosesi wisuda.
Dalam sambutannya, Rektor INSYA, Dr. Fera Andriani Djakfar, Lc., M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas kelulusan para mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa kesempatan mengecap pendidikan tinggi merupakan sebuah karunia yang tidak didapatkan oleh semua orang.
“Di luar sana masih banyak anak muda yang terpaksa mengubur mimpinya karena keterbatasan ekonomi, sosial, maupun budaya. Keberadaan kalian di titik ini bukan hanya sebuah prestasi, melainkan juga karunia yang harus disyukuri,” tutur Dr. Fera di hadapan Senat, pimpinan institut, dosen, serta para peserta yudisium.
Pelajaran dari Kisah “The Least You Can Do”
Menariknya, dalam momen istimewa tersebut, Dr. Fera membagikan sebuah kisah inspiratif tentang Lucilla Takjerad, seorang lulusan Harvard University asal Aljazair. Ketika masih kecil di tengah krisis perang saudara tahun 1994, ibu Lucilla yang buta huruf hampir kehilangan harapan untuk mendapatkan perlindungan ke Prancis. Namun, seorang pria asing tak dikenal datang dan membantunya menuliskan nama sang ibu dalam daftar pendaftaran.
“Tindakan itu sangat sederhana—hanya menuliskan sebuah nama. Tanpa uang, tanpa pidato. Namun dari kebaikan kecil itu, kehidupan keluarga Lucilla berubah hingga ia berhasil lulus dari Harvard pada 2019 dan menyampaikan pidato berjudul ‘The Least You Can Do’,” ungkap Rektor.
Dari kisah tersebut, Dr. Fera menekankan bahwa untuk memberikan manfaat kepada orang lain, seseorang tidak selalu harus melakukan hal-hal besar. “Terkadang, hal terkecil yang kita lakukan justru menjadi hal yang paling berarti bagi orang lain (sometimes, the least you can do can be the most significant thing you do for someone else),” tegasnya.
Ingat Budi Baik dan Selalu Berterima Kasih

Mengaitkan kisah tersebut dengan kehidupan kampus, Dr. Fera berpesan agar para lulusan tidak lupa berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu perjalanan akademik mereka—mulai dari Kiai, Nyai, dosen pembimbing, hingga tenaga kependidikan dan rekan sejawat.
“Di balik gelar dan nama kalian yang tercetak hari ini, ada banyak nama dan peran orang lain yang tidak tertulis. Jangan tunggu menjadi besar atau memiliki jabatan untuk memberi manfaat dan menginspirasi. Mulailah dari hal paling sederhana,” tambahnya mengutip ayat Al-Qur’an Surah Az-Zalzalah ayat 7 tentang kebaikan sekecil zarrah.
Pesan untuk Alumni
Menutup sambutannya, Rektor mengingatkan bahwa yudisium bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk berkarya di tengah masyarakat. Ia berpesan agar alumni terus memegang teguh Tridharma Perguruan Tinggi, menjaga integritas dan akhlakul karimah, mengasah keterampilan serta bahasa asing, serta tetap menjaga kebanggaan terhadap almamater.
“Jadilah insan yang membawa kebanggaan bagi keluarga, almamater, dan mahaguru kita, Syaichona Mohammad Cholil. Selamat atas keberhasilan ini,” pungkasnya.
