iaisyaichona.ac.id — Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata (BP-KKN) Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA) Bangkalan menggelar Pembekalan KKN 2026 pada Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium INSYA tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengembangan UMKM dan Promosi Desa.”
Pembekalan ini dilaksanakan sebagai persiapan bagi mahasiswa sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dibekali pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman teknis agar mampu menjalankan program KKN secara terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.
Dalam pembekalan tersebut, peserta KKN mendapatkan tiga materi utama yang disampaikan oleh narasumber dari berbagai bidang.
Materi pertama, Pengembangan UMKM, disampaikan oleh Hary Sofianto dari Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Bangkalan. Ia memaparkan gambaran umum usaha mikro serta berbagai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, khususnya dalam aspek pemasaran.
Mahasiswa diarahkan untuk dapat membantu pelaku UMKM di lokasi KKN melalui berbagai program, seperti digitalisasi pemasaran, pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta pengurusan Sertifikat Halal melalui sinergi dengan Tim Halal Center INSYA.
Materi kedua, Kemasyarakatan dan Promosi Desa, disampaikan oleh Dr. H. Moh. Mardi, M.H. Dalam materi tersebut, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pendekatan sosial dan kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat.

Mahasiswa juga diarahkan untuk mampu memetakan aset dan potensi desa, kemudian mengemasnya menjadi konten promosi yang menarik dan informatif. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat luas sekaligus mendukung penguatan branding desa.
Sementara itu, materi ketiga, Pedoman dan Teknis Pelaksanaan KKN, disampaikan oleh Dr. Ahmad, M.H.I., didampingi Ilmia Rofii, M.E. selaku tim ahli BP-KKN.
Materi tersebut membahas tata tertib, ketentuan akademik, serta petunjuk teknis pelaksanaan KKN di lapangan. Pemahaman terhadap pedoman tersebut menjadi bagian penting agar mahasiswa dapat melaksanakan seluruh rangkaian program secara tertib, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
BP-KKN Tekankan Kedisiplinan Mahasiswa
Selaku BP-KKN INSYA, Drs. Jausi, M.A. turut memberikan arahan kepada peserta. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan mahasiswa selama melaksanakan KKN, terlebih ketika mahasiswa berada di lingkungan masyarakat yang menjadi lokasi pengabdian.
“Negara yang maju itu karena kedisiplinan. Begitu juga dengan kita, jika ingin maju maka harus disiplin. Kalian ke depannya akan berhadapan dengan masyarakat, maka tentunya kita harus memperhatikan waktu untuk dipergunakan sebaik-baiknya, termasuk disiplin dalam menggunakan waktu,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pembekalan yang semula direncanakan berlangsung selama dua hari dipadatkan menjadi satu hari dengan mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan.
“Acara pembekalan yang rencananya dirancang dua hari dijadikan satu hari dengan tujuan bisa efektif dan efisien. Maka, ikutilah pembekalan ini dengan saksama,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Drs. Jausi juga menyampaikan jumlah peserta dan lokasi KKN 2026. Sebanyak 141 mahasiswa akan mengikuti KKN yang terbagi ke dalam delapan kelompok.

Dua kelompok ditempatkan di Kecamatan Kwanyar, yaitu di Desa Ketetang dan Desa Karang Entang. Lima kelompok lainnya ditempatkan di Kecamatan Tragah, yaitu Desa Masaran, Desa Ja’ah, Desa Soket Laok 1, Desa Soket Laok 2, dan Desa Bajeman. Sementara satu kelompok ditempatkan di Desa Martajasah, Kecamatan Bangkalan.
Melalui pembekalan tersebut, BP-KKN berharap mahasiswa memiliki kesiapan yang memadai sebelum melaksanakan pengabdian, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, maupun pemahaman terhadap teknis pelaksanaan KKN.
