Go International, Prodi HPI INSYA Perluas Jejaring melalui Kunjungan Lincoln University College Malaysia

iaisyaichona.ac.id — Program Studi Hukum Pidana Islam (HPI), Fakultas Hukum dan Syariah, Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA) Bangkalan terus memperkuat langkah internasionalisasi melalui penyelenggaraan International Visit and Collaboration bersama Lincoln University College (LUC) Malaysia, Selasa (1/9/2026), di Auditorium INSYA Bangkalan.

Kegiatan tersebut menghadirkan delegasi Lincoln University College Malaysia, yakni Mr. Santosh, Head of International Admissions LUC Malaysia; Abdul Rahman, Executive International Marketing Malaysia; serta Mr. Steven, Executive International Marketing Indonesia. Kehadiran delegasi LUC menjadi ruang pertemuan akademik dan kelembagaan untuk memperkenalkan peluang pengembangan jejaring internasional bagi sivitas akademika INSYA.

Lincoln University College merupakan perguruan tinggi swasta yang berlokasi di Petaling Jaya, Malaysia. Perguruan tinggi tersebut memiliki sejumlah bidang keilmuan, antara lain Business and Management, Education, Social Sciences, Arts and Humanities, AI Computing and Multimedia, serta bidang lainnya. Pada School of Social Sciences, Arts and Humanities, LUC juga menyelenggarakan Bachelor of Islamic Studies (Honours).

HPI Dorong Mahasiswa Memiliki Wawasan Global

Ketua Program Studi Hukum Pidana Islam INSYA, Dr. Hj. Vicky Izza El Rahma, M.Th.I., menyampaikan bahwa keterlibatan HPI dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Prodi untuk membuka wawasan mahasiswa terhadap perkembangan pendidikan tinggi dan lingkungan akademik di tingkat internasional.

Menurutnya, mahasiswa HPI tidak cukup hanya memiliki penguasaan terhadap Hukum Pidana Islam dan hukum nasional, tetapi juga perlu memiliki kesiapan untuk berinteraksi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan jejaring akademik yang semakin terbuka secara global.

“Kami ingin mahasiswa HPI memiliki pengalaman akademik yang tidak hanya berorientasi pada ruang lokal dan nasional. Pertemuan dengan institusi pendidikan tinggi dari luar negeri seperti Lincoln University College menjadi salah satu pintu untuk mengenalkan mahasiswa pada lingkungan akademik internasional, sekaligus menumbuhkan keberanian mereka untuk membangun jejaring yang lebih luas,” ujar Vicky.

Ia menegaskan bahwa internasionalisasi Prodi HPI tidak harus selalu dimaknai sebagai kerja sama dengan program studi hukum yang sama persis. Pertemuan lintas disiplin dan lintas institusi justru dapat membuka perspektif baru bagi mahasiswa.

“Hukum hari ini tidak berdiri sendiri. Persoalan hukum bersinggungan dengan isu sosial, teknologi, psikologi, hubungan internasional, bahkan perkembangan global. Karena itu, mahasiswa HPI perlu dibiasakan bertemu dan berdialog dengan perspektif yang lebih luas. Kami ingin mahasiswa belajar hukum dari Madura, tetapi memiliki wawasan dunia,” tambahnya.

Fakultas Hukum dan Syariah Sambut Penguatan Jejaring Internasional

Dekan Fakultas Hukum dan Syariah INSYA, H. Ahmad Muzawwir, M.Th.I., mengapresiasi langkah Prodi HPI dalam mengambil peran aktif membuka ruang perjumpaan dengan institusi pendidikan tinggi luar negeri.

Menurutnya, kegiatan internasional seperti ini penting untuk membangun atmosfer akademik di Fakultas Hukum dan Syariah agar mahasiswa tidak hanya memahami keilmuan yang dipelajari di ruang kelas, tetapi juga mengenal perkembangan pendidikan dan peluang kolaborasi pada level internasional.

“Kami menyambut baik inisiatif Prodi Hukum Pidana Islam dalam membuka jejaring dengan perguruan tinggi luar negeri. Ini penting karena Fakultas Hukum dan Syariah perlu terus berkembang, bukan hanya dari sisi pembelajaran, tetapi juga dari sisi jejaring, pengalaman akademik, dan kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan global,” ungkap Ahmad Muzawwir.

Ia berharap pertemuan dengan Lincoln University College tidak berhenti pada kunjungan kelembagaan, tetapi dapat menjadi pintu masuk bagi kegiatan-kegiatan lanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa maupun dosen.

“Harapannya, komunikasi yang terbangun dapat dikembangkan menuju kegiatan yang lebih konkret, baik dalam bentuk pertukaran pengalaman akademik, kegiatan bersama, maupun peluang kolaborasi lain yang relevan dengan pengembangan Fakultas Hukum dan Syariah,” lanjutnya.

Langkah tersebut selaras dengan arah pengembangan INSYA yang menempatkan pembangunan jejaring dan kerja sama nasional maupun internasional sebagai salah satu upaya meningkatkan daya saing institusi dan kualitas sumber daya manusia.

Dari Madura Menuju Jejaring Akademik Global

Bagi Prodi HPI, penyelenggaraan International Visit and Collaboration ini tidak semata menjadi agenda seremonial, tetapi bagian dari upaya membangun budaya akademik yang lebih terbuka dan berorientasi global.

HPI INSYA selama ini mengembangkan pembelajaran yang mempertemukan khazanah Hukum Pidana Islam dengan Hukum Pidana Indonesia. Kehadiran jejaring internasional diharapkan semakin memperkaya pengalaman mahasiswa sekaligus memperkuat kesiapan mereka menghadapi perkembangan hukum dan masyarakat yang semakin kompleks.

Melalui kegiatan ini, Prodi HPI INSYA menegaskan langkahnya menuju program studi yang berakar pada tradisi keilmuan Islam dan pesantren, kuat dalam kajian hukum, serta terbuka terhadap perkembangan akademik global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *