iaisyaichona.ac.id — Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA). Al-Azas Farhami, mahasiswa semester VIII Program Studi Ekonomi Syari’ah, Fakultas Hukum dan Syariah, berhasil meraih Juara 3 Lomba Video Konten Literasi 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangkalan.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara penganugerahan yang berlangsung di Gedung Aula Perpustakaan Kabupaten Bangkalan, Kamis (13/8/2026). Lomba yang diikuti sekitar 50 peserta tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam kompetisi tersebut, Al-Azas Farhami yang juga dikenal dengan nama Azmi Positif mengangkat karya berjudul “Generasi Literasi versus Generasi Scrolling”. Karya tersebut mengangkat fenomena kebiasaan generasi muda, khususnya Gen Z, yang semakin dekat dengan gawai dan media sosial, namun di sisi lain menghadapi tantangan dalam membangun budaya membaca.
Melalui kontennya, Al-Azas menyoroti kebiasaan menghabiskan waktu berjam-jam untuk melakukan scrolling di media sosial, sementara aktivitas membaca buku secara mendalam mulai ditinggalkan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.
“Melalui konten ini, saya ingin mengajak generasi muda untuk kembali melihat pentingnya literasi. Bukan berarti kita harus menjauhi teknologi dan media sosial, tetapi bagaimana kita dapat menggunakannya secara bijak dan tetap memiliki kemampuan membaca serta memahami informasi dengan baik,” ujar Al-Azas.
Ia menilai kemampuan literasi menjadi penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi dan perkembangan zaman. Kemampuan membaca secara seksama, memahami informasi secara utuh, serta menyaring informasi secara kritis menjadi bagian penting dalam menghadapi era digital.
Atas pencapaian tersebut, Al-Azas menyampaikan rasa syukur dan bangga. Ia juga mengapresiasi semakin terbukanya ruang bagi generasi muda di Bangkalan untuk mengembangkan kreativitas melalui industri kreatif.
“Saya merasa bangga dan senang karena Bangkalan sudah mulai melirik industri kreatif dalam mengembangkan potensi generasi muda. Harapannya, generasi muda tidak hanya mampu berkarya, tetapi juga dapat memberikan dampak yang bermanfaat bagi masyarakat dan Bangkalan di masa yang akan datang,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bangkalan Fauzan Ja’far turut mengapresiasi penyelenggaraan Lomba Video Konten Literasi sebagai wadah bagi para konten kreator untuk menyalurkan kreativitas dan inovasi.
“Kami mengapresiasi penyelenggaraan Lomba Video Konten Literasi ini sebagai wadah bagi para konten kreator untuk menyalurkan kreativitas dan inovasinya. Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan terus berupaya membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki passion dalam membuat konten agar dapat berkarya secara positif,” ujar Fauzan.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital perlu diimbangi dengan hadirnya konten-konten yang memberikan nilai edukasi bagi masyarakat. Karya para peserta diharapkan tidak hanya menjadi media literasi, tetapi juga mampu mendukung promosi berbagai potensi dan keunggulan Kabupaten Bangkalan.
“Konten-konten yang dihasilkan diharapkan mampu memperkenalkan potensi daerah, budaya, wisata, hingga berbagai program pembangunan di Kabupaten Bangkalan kepada masyarakat yang lebih luas,” tambahnya.
Dari sekitar 50 peserta, ditetapkan 10 peserta terbaik yang memperoleh penghargaan berupa uang pembinaan. Sementara itu, tiga peserta terbaik mendapatkan penghargaan berupa trofi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan.
Bagi Al-Azas Farhami, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kreativitas dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Prestasi tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam membawa nama baik Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA) melalui karya kreatif dan pemanfaatan media digital untuk menyampaikan pesan edukatif.
Melalui karya “Generasi Literasi versus Generasi Scrolling”, Al-Azas berharap generasi muda dapat semakin menyadari pentingnya literasi serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak sebagai sarana belajar, berkarya, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.







