iaisyaichona.ac.id — Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA) menerima kunjungan resmi Institut KH. Yazid Karimullah (INSYAKA) Jember dalam agenda Benchmarking, Silaturahmi Akademik, Audiensi, serta Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada pukul 08.00–10.00 WIB tersebut menjadi momentum penting bagi kedua perguruan tinggi dalam memperluas jejaring kelembagaan, memperkuat sinergi tridharma perguruan tinggi, serta membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rombongan INSYAKA Jember yang berjumlah sekitar 50 orang disambut oleh jajaran pimpinan dan civitas akademika INSYA. Sementara itu, INSYA turut diwakili oleh sekitar 14 orang dari unsur pimpinan dan pejabat struktural.
Acara diawali dengan pembukaan dan Sholawat Ilmi yang dipimpin oleh KH. Ahmad Muzawwir, M.Th.I, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Dalam sambutannya, Rektor INSYAKA Jember, Dr. Bachrul Ulum, S.Sy., M.H.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada INSYA yang telah menerima serta memfasilitasi kunjungan rombongan INSYAKA. diharapkan Membangun Jejaring dan Memperkuat Silaturahmi Akademik
Beliau juga memperkenalkan jajaran pimpinan dan pejabat struktural INSYAKA Jember yang hadir dalam kegiatan tersebut. Kunjungan ini diharapkan tidak berhenti pada agenda seremonial semata, tetapi menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan antara kedua institusi.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Rektor Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil, Dr. Fera Andriani Djakfar, Lc., M.Pd.I. Dalam sambutannya, Rektor INSYA menyambut hangat kedatangan keluarga besar INSYAKA Jember.
Dengan penuh keakraban, Rektor menyampaikan bahwa INSYA dan INSYAKA layaknya “saudara kembar” apabila dilihat dari kemiripan nama kedua perguruan tinggi tersebut.
Lebih dari sekadar kemiripan nama, Rektor INSYA juga mengungkapkan adanya hubungan historis dan sanad keilmuan yang menarik. Jika KH. Yazid Karimullah memiliki sanad keilmuan kepada KH. As’ad, sementara KH. As’ad berguru kepada Syaichona Mohammad Cholil, maka kedatangan INSYAKA ke INSYA seakan menjadi momentum bertemunya kembali mata rantai keilmuan tersebut.
“Kalau ada sanad keguruan, KH. Yazid berguru kepada KH. As’ad dan beliau berguru kepada Syaichona Mohammad Cholil. Berarti hari ini kami kedatangan cucu,” ungkap Rektor INSYA disambut suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor INSYA juga memperkenalkan jajaran pejabat struktural INSYA yang hadir sekaligus menyampaikan harapan agar hubungan kedua perguruan tinggi dapat terus berkembang menjadi silaturahmi akademik dan kelembagaan yang kuat dan berkelanjutan.
Salah satu agenda utama dalam kunjungan tersebut adalah Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara INSYA dan INSYAKA Jember.
Penandatanganan MoU menjadi simbol komitmen kedua institusi untuk membangun kerja sama yang lebih terarah dalam pengembangan tridharma perguruan tinggi, penguatan kelembagaan, serta berbagai bentuk kolaborasi akademik lainnya.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi lahirnya berbagai program bersama, baik dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, maupun kegiatan akademik dan kelembagaan lainnya.
Setelah penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata sebagai simbol persahabatan dan penguatan hubungan kelembagaan antara INSYA dan INSYAKA Jember, kemudian ditutup dengan doa.
Usai acara utama, kegiatan dilanjutkan dengan sharing session mengenai tata kelola perguruan tinggi yang dipimpin oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) INSYA, Dr. Ahmad, M.H.I.
Dalam sesi tersebut, disampaikan berbagai pengalaman dan dinamika perjalanan kelembagaan INSYA. Salah satu hal yang menjadi bahan diskusi adalah perjalanan panjang INSYA yang sebelumnya telah berdiri sejak 2007, berawal dari STIT, kemudian mengalami perubahan bentuk menjadi STAI, hingga akhirnya pada tahun 2025 resmi beralih bentuk menjadi Institut Agama Islam (IAI).
Berbagai pengalaman tersebut menjadi bahan pembelajaran bersama, khususnya dalam membangun tata kelola perguruan tinggi, pengembangan kelembagaan, serta strategi peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Sesi sharing semakin menarik ketika membahas perjalanan kelembagaan INSYAKA Jember yang berdiri pada 2019 dan telah berhasil melakukan alih bentuk dalam perjalanan kelembagaannya. Perbedaan pengalaman tersebut menjadi ruang diskusi yang berharga bagi kedua perguruan tinggi untuk saling bertukar praktik baik dan pembelajaran.
Pada sesi berikutnya, INSYA diwakili oleh Kepala Biro Kemahasiswaan, Mubti Shohib, M.H., yang memaparkan salah satu kekhasan atau distingsi INSYA, yaitu Kajian Turats dan karya-karya Syaichona Mohammad Cholil.
Kajian tersebut menjadi bagian penting dari upaya INSYA dalam menjaga, mengembangkan, dan mentransformasikan warisan keilmuan Syaichona Mohammad Cholil agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui kajian turats, INSYA berupaya menjadikan warisan intelektual dan nilai-nilai keilmuan Syaichona Mohammad Cholil tidak hanya sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga sebagai sumber inspirasi akademik dan identitas keilmuan perguruan tinggi.
Sharing session berlangsung dalam suasana interaktif. Kedua pihak saling bertukar pengalaman terkait tata kelola, pengembangan kelembagaan, penjaminan mutu, serta penguatan distingsi perguruan tinggi.
Kunjungan benchmarking INSYAKA Jember ke INSYA diharapkan tidak berhenti pada kegiatan hari ini. Penandatanganan MoU menjadi langkah awal untuk menghadirkan berbagai bentuk kolaborasi nyata yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.

Pertemuan ini sekaligus memperlihatkan bahwa benchmarking bukan sekadar kegiatan untuk melihat dan membandingkan tata kelola perguruan tinggi, tetapi juga menjadi ruang untuk saling belajar, berbagi pengalaman, membangun jejaring, dan menemukan peluang kolaborasi.
Dengan semangat persaudaraan dan kedekatan sanad keilmuan, INSYA dan INSYAKA Jember diharapkan dapat terus berjalan bersama dalam mengembangkan perguruan tinggi yang unggul, berintegritas, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta sebagai dokumentasi sekaligus kenangan atas pertemuan yang penuh keakraban tersebut.
INSYA dan INSYAKA — dua nama yang hampir serupa, dipertemukan dalam satu semangat: membangun pendidikan tinggi Islam melalui silaturahmi, kolaborasi, dan penguatan mutu kelembagaan.







