iaisyaichona.ac.id – Dalam rangka memperkuat tata kelola dan meningkatkan mutu pengelolaan program studi, Program Studi Ekonomi Syari’ah Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (IAI Syaichona Mohammad Cholil) Bangkalan melaksanakan kegiatan benchmarking ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Sabtu (18/07/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Program Studi Ekonomi Syari’ah dalam mengembangkan budaya mutu, meningkatkan kualitas layanan akademik, serta memperkuat kesiapan program studi dalam menghadapi tuntutan perkembangan pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja.
Rombongan IAI Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan dalam kegiatan benchmarking tersebut terdiri atas Ketua Program Studi Ekonomi Syari’ah, Galuh Mustika A., M.H.; Sekretaris Program Studi, Indri Paramithasari, M.M.; Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Ilmia Rofi, M.E.; serta Staf Dekan, Luluk Maslihah, S.H. Kehadiran unsur program studi, lembaga penjaminan mutu, dan fakultas dalam kegiatan ini menunjukkan adanya komitmen bersama untuk membangun pengelolaan pendidikan tinggi yang terintegrasi dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Kegiatan benchmarking dilaksanakan sebagai sarana untuk memperoleh wawasan, pengalaman, dan praktik baik (best practices) dalam pengelolaan Program Studi Ekonomi Syari’ah. Melalui kegiatan ini, rombongan IAI Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan berkesempatan untuk mempelajari berbagai aspek pengembangan program studi yang dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan referensi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan akademik di lingkungan Program Studi Ekonomi Syari’ah.
Berbagai aspek strategis menjadi bagian dari pembahasan dalam kegiatan benchmarking, di antaranya pengembangan dan implementasi kurikulum, proses pembelajaran, sistem penjaminan mutu, pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, pengelolaan kemahasiswaan, penguatan kerja sama, serta strategi peningkatan kualitas dan daya saing lulusan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pengelolaan program studi dan sistem penjaminan mutu. Kehadiran Sekretaris LPM dalam rombongan menjadi bagian penting dalam upaya memastikan bahwa hasil benchmarking tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi bahan evaluasi dan pengembangan sistem mutu di lingkungan IAI Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan.
Dalam konteks pengembangan Program Studi Ekonomi Syari’ah, penguatan kurikulum dan kompetensi lulusan menjadi salah satu perhatian utama. Dinamika perkembangan ekonomi syariah, industri halal, lembaga keuangan syariah, kewirausahaan, serta transformasi digital menuntut perguruan tinggi untuk terus melakukan inovasi agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Oleh karena itu, benchmarking ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi Program Studi Ekonomi Syari’ah IAI Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan dalam merumuskan berbagai langkah pengembangan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Praktik-praktik baik yang diperoleh selama kegiatan akan menjadi bahan refleksi dan evaluasi untuk selanjutnya disesuaikan dengan visi, misi, karakteristik, serta kapasitas institusi.
Ketua Program Studi Ekonomi Syari’ah IAI Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan, Galuh Mustika A., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking merupakan bagian dari ikhtiar program studi untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan secara berkelanjutan. Menurutnya, peningkatan mutu program studi membutuhkan proses pembelajaran kelembagaan yang terus-menerus melalui evaluasi, pertukaran pengalaman, dan adaptasi terhadap praktik-praktik baik dari perguruan tinggi lain.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka peluang penguatan jejaring dan kolaborasi kelembagaan antara IAI Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan dengan UIN Sunan Ampel Surabaya, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta bidang akademik lainnya yang relevan dengan pengembangan ekonomi syariah.
Bagi Program Studi Ekonomi Syari’ah IAI Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan, benchmarking ini tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan studi banding, tetapi sebagai proses pembelajaran kelembagaan untuk membangun tata kelola program studi yang lebih efektif, transparan, adaptif, dan berorientasi pada budaya mutu. Hasil kegiatan diharapkan dapat menjadi masukan strategis dalam penyusunan dan pelaksanaan program kerja program studi, termasuk penguatan sistem penjaminan mutu internal dan peningkatan kualitas layanan akademik kepada mahasiswa.

Lebih lanjut, hasil benchmarking akan menjadi salah satu bahan dalam melakukan evaluasi terhadap kondisi dan capaian program studi sekaligus merumuskan langkah tindak lanjut yang sesuai dengan arah pengembangan Program Studi Ekonomi Syari’ah. Dengan demikian, setiap praktik baik yang diperoleh dapat diadaptasi secara kontekstual dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan, kualitas lulusan, serta daya saing program studi.
Melalui kegiatan benchmarking ke UIN Sunan Ampel Surabaya ini, IAI Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya mutu dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Program Studi Ekonomi Syari’ah diharapkan mampu tumbuh menjadi program studi yang semakin unggul, adaptif terhadap perkembangan zaman, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, profesional, dan berintegritas dalam bidang ekonomi syariah.
Benchmarking menjadi langkah strategis untuk belajar dari praktik baik, memperkuat budaya mutu, dan membangun kolaborasi demi mewujudkan Program Studi Ekonomi Syari’ah yang unggul dan berdaya saing.






