BP-KKN INSYA Gelar Rakor: Finalisasi Program Kerja dan Pemetaan KKN 2026

iaisyaichona.ac.id – Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata (BP-KKN) Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA) Bangkalan terus mematangkan persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2026 melalui rapat koordinasi panitia yang digelar di Ruang Rapat INSYA, Jumat (17/7/2026).

Rapat koordinasi tersebut menjadi agenda penting untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan KKN berjalan sesuai rencana. Berbagai aspek strategis dibahas, mulai dari finalisasi tema KKN 2026, penetapan lokasi KKN lokal, penjadwalan survei lapangan, hingga penyempurnaan pedoman pelaksanaan KKN, baik untuk program lokal maupun KKN Internasional.

Bacaan Lainnya

Selain membahas aspek teknis dan administratif, rapat juga menjadi ruang bertukar gagasan dalam merancang program kerja yang lebih inovatif. Salah satu usulan yang mengemuka adalah penerapan konsep KKN Tematik yang dikolaborasikan dengan potensi unggulan desa sehingga program pengabdian mahasiswa dapat memberikan dampak nyata sekaligus memperkuat peran INSYA di tengah masyarakat.

Ketua BP-KKN INSYA, Drs. Jausi, M.A., menjelaskan bahwa rapat tersebut merupakan pertemuan koordinasi ketiga yang berfokus pada penyelesaian berbagai persiapan menjelang pemberangkatan mahasiswa.

“Rapat hari ini merupakan rapat koordinasi yang ketiga. Sebagian besar persiapan sudah kita selesaikan dan saat ini memasuki tahap finalisasi. Khusus untuk KKN Internasional ke Malaysia, seluruh persyaratan administrasi telah selesai. Sebanyak delapan mahasiswa telah dinyatakan siap berangkat dan saat ini kami tinggal menunggu konfirmasi lanjutan dari pihak KBRI Malaysia,” ujarnya.

Berdasarkan data panitia, peserta KKN Tahun Akademik 2026 berjumlah 151 mahasiswa yang berasal dari tiga program studi. Rinciannya, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) sebanyak 40 mahasiswa yang terdiri atas 22 mahasiswa dan 18 mahasiswi, Program Studi Hukum Pidana Islam (HPI) sebanyak 42 mahasiswa yang terdiri atas 33 mahasiswa dan 9 mahasiswi, serta Program Studi Ekonomi Syariah (ES) sebanyak 69 mahasiswa yang terdiri atas 39 mahasiswa dan 30 mahasiswi.

Selain KKN lokal, BP-KKN juga melaporkan perkembangan positif pelaksanaan KKN Internasional di Malaysia. Sebanyak delapan mahasiswa telah dinyatakan lolos seleksi, sementara seluruh kelengkapan administrasi, termasuk pengurusan paspor dan koordinasi awal dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia, telah berjalan dengan baik.

Dalam rapat tersebut juga ditetapkan tema KKN Tahun 2026, yaitu “Pemberdayaan Masyarakat: Membangun Ketahanan Pangan Desa Berbasis Potensi Lokal.” Tema ini diharapkan menjadi pijakan bagi mahasiswa dalam merancang program pengabdian yang mampu mengoptimalkan potensi desa sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Adapun lokasi KKN Tahun 2026 dipusatkan di Kecamatan Bangkalan, meliputi Desa Martajasah, Desa Kramat, dan Desa Ujung Piring. Sebanyak 151 peserta direncanakan akan dibagi ke dalam sembilan kelompok yang akan ditempatkan secara proporsional di ketiga desa tersebut.

Sementara itu, Rektor INSYA Bangkalan, Dr. Fera Andriani Djakfar Musthafa, Lc., M.Pd.I., menekankan pentingnya pembekalan yang matang bagi seluruh peserta sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian.

Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali tidak hanya dengan pemahaman teknis pelaksanaan KKN, tetapi juga wawasan mengenai pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa. Bahkan, apabila diperlukan, BP-KKN diharapkan dapat menghadirkan narasumber atau tim ahli agar implementasi tema KKN benar-benar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Selain itu, Rektor juga mengarahkan agar survei lokasi dilakukan sejak dini sehingga panitia dan mahasiswa dapat memetakan kondisi serta potensi desa secara lebih komprehensif. Dengan demikian, program kerja yang disusun nantinya akan lebih tepat sasaran, sesuai kebutuhan masyarakat, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa.

Pos terkait