iaisyaichona.ac.id – Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA) Bangkalan, Madura, sukses menggelar acara International Focus Group Discussion (FGD) pada Rabu (15/07/2026). Mengusung tema “Arabic Language in Contemporary Islamic Scholarship: Challenges, Opportunities, and Innovations” (Bahasa Arab dalam Kajian Keislaman Kontemporer: Tantangan, Peluang, dan Inovasi), acara ini menghadirkan pemateri istimewa berskala internasional, yakni Syekh Prof. Dr. Muhammad Syarif al-Shawaf, Rektor Universitas Bilad Al-Sham di Kompleks Syekh Ahmad Kaftaro, Suriah.
Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Rektor INSYA, Dr. Fera Andriani Djakfar, Lc., M.Pd.I., dalam sambutannya membuka acara dengan memperkenalkan profil dan berbagai program studi unggulan yang ada di kampus tersebut.
“Sebagai langkah awal dalam forum yang mulia ini, kami ingin memperkenalkan berbagai program studi yang ada di INSYA, yang terus kami kembangkan agar relevan dengan kebutuhan zaman, guna mencetak generasi sarjana muslim yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga kokoh secara spiritual,” ungkap Dr. Fera.
Beliau juga menegaskan visi besar kampus untuk dekade mendatang. Dr. Fera berharap forum diskusi internasional ini menjadi batu loncatan bagi INSYA. “Kami berharap melalui kegiatan bertaraf global seperti ini, bisa meningkatkan grade dan daya saing kampus INSYA agar mampu berkiprah di kancah internasional pada tahun 2035 mendatang,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Rektor INSYA tak lupa memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, jajaran panitia, dosen, serta mahasiswa yang telah menyukseskan acara ini. Utamanya penghormatan dan terima kasih yang tak terhingga kepada pemateri kita hari ini, Dr. Mohammad Syarif al-Shawaf, Rektor Universitas Syekh Ahmad Kaftaro Suriah, yang telah berkenan hadir dan berbagi ilmu bersama kami di Madura,” tuturnya.
Dukungan dan apresiasi serupa juga datang dari Ketua Senat INSYA, KH Nasih Aschal. Dalam penyampaiannya, beliau mengaku sangat bangga dengan langkah progresif yang diambil oleh pihak rektorat dalam menyelenggarakan acara bernilai akademik tinggi tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi dan merasa terhormat dengan adanya kegiatan FGD Internasional ini. Kami berharap pertemuan-pertemuan berharga semacam ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, kita bisa menakar dan mengetahui dengan pasti apa saja hal-hal esensial yang dibutuhkan untuk perkembangan INSYA ke depannya,” ujar KH Nasih Aschal.
Memasuki sesi utama, Syekh Muhammad Syarif al-Shawaf menyampaikan materi yang menggugah para peserta diskusi. Dalam pemaparannya mengenai kedudukan bahasa Arab, beliau menyoroti pentingnya bahasa Arab dalam peradaban dan kajian ilmu pengetahuan. Beliau mengutip perkataan Sayyidina Ali bin Abi Thalib mengenai urgensi ilmu pengetahuan.
“Sebagaimana perkataan Sayyidina Ali bin Abi Thalib, bahwa ilmu merupakan mutiara yang berharga. Ia adalah perhiasan bagi pemiliknya yang tidak akan lekang oleh waktu,” tutur ulama asal Suriah tersebut.
Lebih lanjut, Syekh al-Shawaf juga memberikan pandangan menarik mengenai penyebaran bahasa Arab di dunia. Beliau menyebut bahwa penyebaran bahasa Arab memiliki campur tangan ilahiah yang luar biasa. “Adzan memiliki mukjizat yang sangat besar, di mana panggilan suci ini telah berhasil membawa bahasa Arab bergema dan dikenal ke seluruh penjuru dunia,” pungkasnya.
Acara FGD Internasional ini diharapkan dapat memperkuat posisi INSYA Bangkalan sebagai perguruan tinggi Islam yang tidak hanya berakar pada tradisi pesantren yang kuat, tetapi juga memiliki wawasan dan koneksi global yang luas dalam menghadapi tantangan studi Islam kontemporer.








