iaisyaichona.ac.id – Rektor Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA), Dr. Fera Andriani Djakfar, Lc., M.Pd.I., menghadiri Festival Aspirasi Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI bertema “Garam Madura dan Ketahanan Pangan Nasional” yang diselenggarakan pada Senin, 6 Juli 2026, pukul 10.00 WIB, di Rumah Makan Bebek Sinjay, Bangkalan. Kehadiran Rektor INSYA merupakan bentuk dukungan perguruan tinggi terhadap upaya memperjuangkan kesejahteraan petani garam sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan potensi lokal Madura.
Festival Aspirasi ini dihadiri Ketua BAM DPR RI, Ahmad Heryawan, bersama sejumlah anggota DPR RI, antara lain Adian Napitupulu, Habiburokhman, Agun Gunandjar Sudarsa, serta tuan rumah, Slamet Ariyadi. Hadir pula perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang diwakili Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan, jajaran akademisi, tokoh masyarakat, serta para petambak garam dari berbagai wilayah di Madura.
Dalam sambutannya sebagai tuan rumah, Slamet Ariyadi menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, khususnya dari para petani garam yang selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian Madura. Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi petambak garam perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat agar lahir kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat.
Ketua BAM DPR RI, Ahmad Heryawan, menegaskan bahwa pembahasan mengenai ketahanan pangan selama ini lebih banyak berorientasi pada komoditas pangan pokok seperti beras, jagung, maupun sumber protein. Padahal, garam merupakan kebutuhan dasar yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat dan industri nasional. Ironisnya, Indonesia masih bergantung pada impor garam dalam jumlah yang cukup besar, sementara Madura dikenal sebagai salah satu sentra produksi garam terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, menurutnya, konsep ketahanan pangan nasional sudah seharusnya mencakup pula ketahanan garam nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Heryawan juga menyampaikan bahwa dirinya memiliki kedekatan historis dengan Madura. Ia mengungkapkan bahwa kakek moyangnya merupakan murid dari ulama kharismatik Madura, Syaichona Mohammad Cholil, sehingga dirinya merasa memiliki ikatan emosional dengan tanah kelahiran ulama besar tersebut.
Suara para petani garam menjadi bagian penting dalam forum aspirasi ini. Salah seorang perwakilan petambak garam mengungkapkan bahwa masyarakat Madura selama ini hanya menjadi penyedia bahan baku, baik garam maupun tembakau, tanpa memiliki kesempatan mengembangkan industri pengolahan yang mampu memberikan nilai tambah. Mereka juga mengeluhkan anjloknya harga garam di tingkat petani serta keberadaan BUMN Garam yang dinilai lebih banyak memproduksi garam dari tambaknya sendiri dibanding menyerap hasil panen petani lokal. Kondisi tersebut dinilai semakin memperberat kesejahteraan para petambak.
Mewakili kalangan akademisi, Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Prof.Dr.Safi’,SH. mewakili akademisi menyampaikan dukungannya terhadap penguatan sektor garam Madura melalui riset dan inovasi. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan penelitian-penelitian yang mampu menjawab persoalan riil masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas produksi, teknologi pengolahan, diversifikasi produk, hingga penguatan tata niaga garam. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem garam Madura yang berdaya saing.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, para anggota DPR RI menyatakan komitmennya untuk membawa seluruh masukan masyarakat Madura ke Senayan sebagai bahan pembahasan dalam penyusunan kebijakan nasional yang lebih berpihak kepada petani garam.
Rektor INSYA, Dr. Fera Andriani Djakfar, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Festival Aspirasi BAM DPR RI yang mempertemukan pemerintah, legislatif, akademisi, dan masyarakat dalam satu forum dialog yang konstruktif. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam memberikan solusi berbasis ilmu pengetahuan terhadap berbagai persoalan bangsa.
“INSYA mendukung setiap ikhtiar yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura. Garam bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi juga bagian dari identitas dan kekayaan lokal yang harus dijaga, dikembangkan, serta dikelola secara berkeadilan. Melalui kolaborasi antara pemerintah, DPR RI, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan masyarakat, kami optimistis lahir kebijakan yang mampu memperkuat ketahanan garam sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Rektor INSYA.
Sejalan dengan semangat INSYA: Berkah, Bersinergi, Menginspirasi, perguruan tinggi diharapkan terus berkontribusi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk mengoptimalkan potensi lokal Madura sebagai bagian dari pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Acara berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan dibuka dan ditutup dengan penampilan UKM Seni Nanggala Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang membawakan pertunjukan seni khas Madura. Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan penyerahan cendera mata antarinstansi sebagai simbol penguatan sinergi, dilanjutkan sesi foto bersama seluruh peserta, serta ramah tamah sambil menikmati berbagai hidangan khas Madura yang semakin mengukuhkan nuansa kekeluargaan dalam Festival Aspirasi BAM DPR RI.







