iaisyaichona.ac.id – Rektor Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA) Bangkalan, Dr. Fera Andriani Djakfar, Lc., M.Pd.I., menghadiri acara Launching Museum Syaikhona Mohammad Kholil Bangkalan yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al Anwar Al Cholily, Jangkebuan, Bangkalan, pada Selasa (14/7). Kehadiran Rektor INSYA menjadi wujud dukungan institusi terhadap upaya pelestarian warisan sejarah, pemikiran, dan perjuangan ulama besar Nusantara, Syaikhona Mohammad Kholil Bangkalan.
Acara launching dihadiri oleh unsur pemerintah provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Bangkalan, kepala Kantor Kemenag Bangkalan, akademisi, tokoh agama, dzurriyah Syaikhona Mohammad Kholil, serta berbagai elemen masyarakat. Museum ini diharapkan menjadi pusat pelestarian peninggalan Syaikhona Mohammad Kholil sekaligus menjadi sarana edukasi, penelitian, dan wisata religi yang dapat dinikmati masyarakat luas.
Dalam sambutannya, KH. Makki Nasir yang mewakili Ketua PCNU Bangkalan, ketua MUI Bangkalan, sekaligus dzurriyah Syaikhona Mohammad Kholil, menegaskan pentingnya menghargai jasa para tokoh bangsa. Beliau menyampaikan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Menurutnya, nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama merupakan kekuatan utama dalam membangun karakter bangsa. Beliau juga menyampaikan harapan besar kepada KH. Syamsuddin Cholily agar tetap fokus dan istiqamah dalam menjaga, merawat, serta mengembangkan museum sebagai amanah untuk generasi mendatang.
Sementara itu, sambutan Gubernur Jawa Timur yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi terhadap keberadaan Museum Syaikhona Mohammad Kholil. Museum ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Bangkalan dan Jawa Timur, tetapi juga berkembang menjadi salah satu museum yang memiliki nilai sejarah dan keislaman di tingkat nasional.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangkalan. Dalam sambutannya dijelaskan bahwa saat ini Bangkalan memiliki empat museum yang menjadi bagian penting dari pelestarian sejarah dan budaya daerah. Kehadiran Museum Syaikhona Mohammad Kholil diharapkan semakin memperkuat identitas budaya sekaligus memperkaya destinasi edukasi dan wisata sejarah di Kabupaten Bangkalan.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemutaran video profil Museum Syaikhona Mohammad Kholil. Video tersebut menggambarkan proses lahirnya museum yang berangkat dari keinginan untuk merawat berbagai peninggalan bersejarah Syaikhona Mohammad Kholil agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Museum ini dihadirkan sebagai ruang yang mengintegrasikan fungsi riset, rekreasi, dan edukasi, sehingga warisan keilmuan dan perjuangan Syaikhona Mohammad Kholil dapat terus dipelajari oleh generasi sekarang maupun mendatang. Selanjutnya adalah acara Launching sekaligus kunjungan perdana para hadirin ke dalam Museum Syaikhona Mohammad Kholil, dengan dipandu beberapa ahli manuskrip yang menjelaskan naskah-naskah kuno, surat-surat, dan benda-benda peninggalan apa saja yang ada di dalam museum.
Bagi INSYA, peluncuran museum ini memiliki makna yang sangat strategis. Sebagai perguruan tinggi yang mengusung nama Syaichona Mohammad Cholil, INSYA berkomitmen untuk terus mendukung berbagai ikhtiar pelestarian nilai-nilai keilmuan, keteladanan, dan perjuangan beliau melalui pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Dalam kesempatan ini pula rektor INSYA menggagas jalinan kerja sama dengan pengelola museum, untuk kebermanfaatan bersama. Kehadiran Museum Syaikhona Mohammad Kholil diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi sivitas akademika dan masyarakat dalam mengembangkan tradisi keilmuan Islam yang berakar pada khazanah pesantren sekaligus relevan dengan perkembangan zaman.








