iaisyaichona.ac.id — Program Studi (Prodi) Hukum Pidana Islam kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak kader-kader akademisi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, solidaritas, dan jiwa kepemimpinan yang tangguh. Hal ini diwujudkan melalui suksesnya penyelenggaraan kegiatan Law Camp Batch 2 yang mengusung tema penguatan karakter hukum dan kebersamaan.
Kegiatan yang dirancang secara intensif ini diselenggarakan pada tanggal 26–28 Juli 2026 bertempat di alam terbuka Klurak Eco Park, Pacet, sebuah kawasan bumi perkemahan yang terkenal dengan keasrian hutan pinus dan kesejukan udara pegunungannya. Ajang bergengsi tingkat prodi ini diikuti dengan penuh antusias oleh 43 peserta yang merupakan gabungan mahasiswa lintas angkatan, yakni dari angkatan 23, 24, dan 25.

Rangkaian kegiatan secara resmi dimulai sejak rombongan peserta dan panitia tiba di lokasi perkemahan pada pukul 14.00 WIB. Setibanya di Klurak Eco Park, suasana langsung disibukkan dengan proses registrasi ulang peserta. Tanpa kenal lelah, para mahasiswa langsung bergegas mendirikan tenda masing-masing secara mandiri, sebuah tahapan awal untuk melatih kemandirian, ketahanan fisik, serta kerja sama kelompok di alam bebas.
Setelah waktu istirahat dan persiapan diri menjelang malam, suasana kebersamaan semakin terasa kental tatkala panitia mengadakan sesi briefing teknis sekaligus pembagian tim dan kelompok. Pembagian kelompok lintas angkatan ini sengaja dirancang agar tercipta ruang komunikasi, keakraban, dan transfer pengalaman antarmahasiswa senior dan junior.
Memasuki malam hari, acara inti pertama dilanjutkan dengan seremonial pembukaan yang sangat khidmat. Acara ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Hukum dan Syariah, R. Ahmad Muzawwir, M.Thi. Dalam sambutan serta amanatnya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa mahasiswa hukum dan syariah harus senantiasa menempa diri, tidak hanya menguasai teori di ruang kelas, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, mental yang kuat, serta integritas moral yang tinggi sebagai calon penegak hukum dan penjaga keadilan di tengah masyarakat.
Penyelenggaraan Law Camp Batch 2 tidak sekadar berfokus pada kegiatan fisik di luar ruangan, melainkan juga memberikan porsi besar pada peningkatan kapasitas intelektual peserta. Selepas acara pembukaan, malam pertama langsung diisi dengan sesi materi kepemimpinan dan hukum yang dibagi menjadi dua sesi strategis:
Teknik Kepemimpinan dan Advokasi
Sesi pertama ini dipandu langsung oleh dua narasumber kompeten dan berpengalaman di bidangnya, yaitu Ach. Suyanto dan Asariadi. Dalam pemaparannya, kedua narasumber mengupas tuntas esensi kepemimpinan yang ideal bagi seorang mahasiswa hukum, mulai dari kemampuan manajerial organisasi hingga teknik dasar advokasi untuk membela kepentingan masyarakat yang termarjinalkan. Peserta diajak untuk memahami bagaimana hukum dan kepemimpinan berjalan beriringan dalam mengawal keadilan sosial.
Teknik Isu dan Problem Solving
Sesi berikutnya dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh M. Hadi. Sesi ini menitikberatkan pada metode analisis sosial dan hukum dalam merespons berbagai problematika yang tengah berkembang di masyarakat. Peserta dibekali dengan kerangka berpikir kritis (critical thinking) agar mampu memetakan suatu isu secara komprehensif, mengidentifikasi akar permasalahan, dan merumuskan solusi atau langkah taktis pemecahan masalah secara objektif dan terukur.
Memasuki hari kedua, ritme kegiatan bergeser ke ranah kebugaran jasmani, ketangkasan, dan pembentukan mental kolaboratif. Pagi hari di Klurak Eco Park diawali dengan kegiatan senam bersama yang diikuti dengan penuh semangat oleh seluruh peserta dan panitia di bawah rerimbunan pohon pinus. Usai senam dan sarapan pagi, rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi outbound edukatif. Berbagai game dan tantangan kelompok dirancang sedemikian rupa untuk menguji kekompakan, strategi komunikasi, kepercayaan antaranggota tim, serta ketahanan mental dalam menghadapi tekanan.
Keseruan dan tantangan mencapai puncaknya pada malam kedua. Agenda dimulai dengan kegiatan jelajah malam yang dikemas secara unik dan menantang, di mana para peserta menyusuri jalur penjelajahan sambil mencari kayu bakar yang nantinya akan digunakan untuk keperluan api unggun. Kegiatan ini tidak hanya melatih keberanian dan insting bertahan hidup di alam bebas, tetapi juga menanamkan nilai bahwa setiap fasilitas yang dinikmati bersama harus diupayakan melalui kerja keras kolektif.
Sesampainya kembali di pos utama dengan pasokan kayu bakar yang cukup, rangkaian acara langsung ditutup pada malam kedua melalui perhelatan malam keakraban dan api unggun. Di tengah temaram cahaya api unggun yang menghangatkan dinginnya malam pegunungan Pacet, seluruh peserta dan panitia melingkar bersama. Suasana berubah menjadi penuh kehangatan, canda tawa dan keakraban, yang semakin mempererat ikatan kekeluargaan lintas angkatan (23, 24, dan 25).
Hari terakhir pelaksanaan Law Camp Batch 2 diisi dengan kegiatan refleksi dan aksi nyata sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap kelestarian alam. Sebelum bersiap untuk prosesi packing dan kembali ke kampus, seluruh peserta bersama-sama melaksanakan kegiatan “Operasi Semut”.
Aksi bersih-bersih massal ini dilakukan dengan menyisir seluruh sudut area perkemahan Klurak Eco Park untuk memastikan tidak ada sampah plastik atau sisa logistik yang tertinggal. Melalui aksi ini, peserta diajarkan untuk selalu menjaga kebersihan, menghormati alam, dan menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan dalam setiap kegiatan luar ruang.
Menjelang siang hari, seluruh rangkaian acara resmi ditutup setelah prosesi pemberesan perlengkapan dan apel kepulangan. Melalui penyelenggaraan Law Camp Batch 2 yang komprehensif ini, Prodi Hukum Pidana Islam berharap para peserta mulai dari angkatan 23, 24, hingga 25 tidak hanya membawa pulang kenangan indah selama di alam bebas. Lebih dari itu, para mahasiswa diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai kepemimpinan yang progresif, ketrampilan advokasi yang tajam, kepekaan sosial, serta solidaritas yang kokoh, sehingga siap menjadi motor penggerak perubahan positif baik di lingkup Fakultas Hukum dan Syariah maupun di masyarakat luas.






