LPM INSYA Gelar Audit Mutu Internal (AMI), Perkuat Budaya Mutu Menuju Peningkatan Kualitas Berkelanjutan

iaisyaichona.ac.id – Dalam rangka memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) serta membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA) Bangkalan menyelenggarakan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (05/08/2026) di Gedung C Nyai Hj. Mutmainnah INSYA Bangkalan dan melibatkan auditor internal serta seluruh unit kerja sebagai auditee.

Pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) merupakan salah satu agenda strategis institusi dalam mengevaluasi kesesuaian pelaksanaan standar mutu, mengidentifikasi berbagai capaian yang telah diraih, sekaligus memetakan aspek-aspek yang masih perlu diperbaiki sebagai dasar penyusunan program peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Sebelum pelaksanaan audit, LPM INSYA telah melaksanakan serangkaian tahapan persiapan secara sistematis. Tahap pertama berupa sosialisasi Audit Mutu Internal yang berlangsung pada 24–31 Juli 2026 sebagai upaya memberikan pemahaman kepada seluruh unit mengenai mekanisme dan tujuan pelaksanaan AMI. Selanjutnya dilakukan persiapan instrumen sekaligus penyamaan persepsi auditor pada 24–26 Juli 2026 agar proses audit berjalan sesuai standar dan memiliki kesamaan dalam penilaian.

Tahap berikutnya adalah persiapan dokumen dan bukti pendukung oleh seluruh auditee yang dilaksanakan pada 27 Juli hingga 4 Agustus 2026. Seluruh unit diberikan kesempatan untuk menyiapkan dokumen sesuai standar yang menjadi objek audit sebelum pelaksanaan Audit Mutu Internal pada 5 Agustus 2026.

Mengawali pelaksanaan AMI, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu INSYA Bangkalan, Dr. Ahmad, M.H.I., memberikan informasi dan menegaskan bahwa Audit Mutu Internal bukanlah kegiatan untuk mencari kesalahan ataupun menilai individu maupun unit kerja. Menurutnya, AMI merupakan sarana untuk memetakan kondisi mutu internal institusi sehingga dapat diketahui aspek-aspek yang telah berjalan dengan baik maupun yang masih memerlukan perbaikan.

“AMI ini tidak dalam rangka mencari kesalahan ataupun menghakimi auditee. Audit ini merupakan proses pemetaan kondisi mutu internal kita agar diketahui bagian mana yang sudah baik dan bagian mana yang masih perlu ditingkatkan. Dalam pelaksanaannya, auditor hanya mengonfirmasi ketersediaan dokumen, apakah sudah tersedia, masih dalam proses, atau belum tersedia. Oleh karena itu, apabila memang belum ada, sampaikan apa adanya. Tidak perlu memaksakan untuk segera melengkapinya karena hal tersebut akan menjadi rekomendasi perbaikan dalam proses pengembangan institusi ke depan,” ungkapnya.

Dr. Ahmad juga menyampaikan bahwa proses pembangunan budaya mutu merupakan tanggung jawab bersama. Bahkan di lingkungan LPM sendiri masih terdapat dokumen yang terus disempurnakan seiring perkembangan institusi. Oleh karena itu, seluruh sivitas akademika diharapkan memiliki semangat yang sama untuk terus berproses menuju tata kelola perguruan tinggi yang semakin baik.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), khususnya pada aspek Dokumen Standar Mutu. Menurutnya, dokumen standar mutu harus menjadi pedoman bersama bagi seluruh unit kerja dalam menjalankan tugas, fungsi, dan pelayanan sehingga budaya mutu dapat tumbuh secara konsisten di lingkungan INSYA Bangkalan.

Dalam sambutannya, Rektor Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA) Bangkalan, Dr. Fera Andriani Djakfar, Lc., M.Pd.I., menegaskan bahwa Audit Mutu Internal (AMI) merupakan bagian penting dari upaya evaluasi dan pembenahan tata kelola institusi. Kegiatan ini bukan sekadar memeriksa kelengkapan administrasi, tetapi menjadi sarana untuk melakukan koreksi terhadap berbagai dokumen akademik maupun nonakademik yang dimiliki oleh institusi.

Beliau menyampaikan pula bahwa Audit Mutu Internal merupakan stepping stone atau batu pijakan awal dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan INSYA Bangkalan.

Pada kesempatan tersebut, Rektor juga memberikan apresiasi kepada seluruh tim auditor Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) yang telah mempersiapkan dan melaksanakan Audit Mutu Internal Tahun 2026 dengan penuh dedikasi di tengah berbagai keterbatasan yang ada.

“Saya mengapresiasi seluruh tim auditor yang telah menyelenggarakan Audit Mutu Internal ini dengan sebaik-baiknya meskipun di tengah berbagai keterbatasan. Semoga pelaksanaan AMI tahun ini dapat berjalan lancar, objektif, dan menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat sebagai pijakan bagi peningkatan mutu INSYA Bangkalan di masa yang akan datang.”

Mengakhiri sambutannya, Dr. Fera Andriani Djakfar secara resmi membuka pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026 dengan harapan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik, menghasilkan evaluasi yang konstruktif, serta memperkuat komitmen seluruh sivitas akademika dalam mewujudkan budaya mutu di lingkungan INSYA Bangkalan.

Rangkaian acara pembukaan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026 kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Hukum dan Syariah INSYA Bangkalan, H. Ahmad Muzawwir, M.Th.I. Setelah itu, Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Ilmia Rofi, M.E., mengarahkan seluruh auditor dan auditee menuju ruang audit masing-masing yang telah dipersiapkan sesuai dengan jadwal dan pembagian unit.

Dengan dimulainya proses audit di setiap unit kerja, diharapkan pelaksanaan Audit Mutu Internal Tahun 2026 dapat menghasilkan evaluasi yang objektif, rekomendasi yang konstruktif, serta menjadi pijakan penting dalam mewujudkan budaya mutu dan peningkatan kualitas tata kelola Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA) Bangkalan secara berkelanjutan.

Pos terkait