iaisyaichona.ac.id – Rektor IAI Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan, Dr. Fera Andriani Djakfar, Lc., M.Pd.I., menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Beasiswa Tahun 2026 dengan Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jawa Timur dalam kegiatan Launching dan Sosialisasi Program Beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Acara berlangsung di Ruang Hayam Wuruk Lantai 8 Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Jalan Pahlawan No. 110 Surabaya.
Kegiatan diawali dengan santunan anak yatim yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Suasana penuh khidmat semakin terasa dengan iringan lantunan shalawat yang mengawali rangkaian acara.
Selanjutnya, para peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Afina Rahma Mawaddah, Juara MTQ Jawa Timur Tahun 2025.
Dalam sambutannya, Ketua LPPD Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar, M.A., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya kepada Gubernur Jawa Timur, atas perhatian dan komitmen yang besar terhadap pengembangan pendidikan pesantren. Menurutnya, program beasiswa yang telah berjalan selama ini berhasil melahirkan banyak lulusan sarjana, magister, hingga doktor dari kalangan pesantren. Bahkan, LPPD memperkirakan bahwa hingga tahun 2029 program ini mampu mencetak sekitar 250 doktor yang berasal dari lingkungan pesantren di Jawa Timur.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) secara simbolis antara Ketua LPPD Jawa Timur dengan sembilan pimpinan perguruan tinggi mitra penyelenggara program beasiswa, mewakili 63 kampus penyelenggara di Jawa Timur. Sementara 1 kampus lagi adalah Al-Azhar University Mesir, yang untuk penandatanganannya membutuhkan kesempatan berbeda. Pada kesempatan tersebut, Rektor IAI Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan, Dr. Fera Andriani Djakfar, Lc., M.Pd.I., memperoleh kehormatan untuk mewakili 27 perguruan tinggi penyelenggara Program Beasiswa Sarjana (S-1) dalam prosesi penandatanganan tersebut.
Setelah penandatanganan PKS, peserta menyaksikan pemutaran video inspiratif yang menampilkan kisah penerima beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang sedang menempuh studi di Universitas Al-Azhar, Mesir. Video tersebut menjadi bukti nyata kontribusi program beasiswa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pesantren hingga ke tingkat internasional.
Puncak acara ditandai dengan Launching Program Beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 yang dilakukan secara simbolis melalui penekanan layar LED oleh Gubernur Jawa Timur bersama para pemangku kepentingan.
Dalam arahannya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan pentingnya pesantren dan madrasah untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya melalui penguatan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Menurutnya, STEM merupakan pendekatan pembelajaran modern yang mengintegrasikan ilmu sains, teknologi, teknik, dan matematika dalam satu kesatuan yang utuh. Pendekatan ini tidak lagi mengajarkan setiap bidang secara terpisah, melainkan menghubungkannya untuk melatih kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta kemampuan menyelesaikan berbagai persoalan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita harus menyiapkan generasi pesantren yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” tegas Gubernur.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai simbol komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan pesantren dan sumber daya manusia Jawa Timur melalui program beasiswa yang berkelanjutan.
Keikutsertaan IAI Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan dalam penandatanganan PKS ini semakin memperkuat komitmen institusi dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi santri dan masyarakat, sekaligus mendukung program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mencetak generasi unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia.







