IRFA’ INSYA Bangkalan Gelar Pelatihan Debat Bahasa Arab untuk Asah Kemampuan Retorika Mahasiswa

iaisyaichona.ac.id — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ittihadur Roghibin Fil Arabiyah (IRFA’) Institut Agama Islam Syaikhona Moh. Cholil (INSYA) Bangkalan menyelenggarakan kajian rutin yang dikemas dalam bentuk Pelatihan Debat Bahasa Arab. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang A.03, Gedung A Kampus INSYA pada Jumat (12/06/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, meningkatkan keterampilan retorika, serta memperkuat kompetensi mahasiswa dalam berbahasa Arab secara aktif dan komunikatif.

Bacaan Lainnya

Pelatihan ini diikuti oleh pengurus IRFA’ serta mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA) angkatan 2024 Az-Reiq dengan antusiasme tinggi. Untuk memberikan penguatan materi, panitia menghadirkan Kak Muzzammil, S.Pd., alumni INSYA yang memiliki kompetensi di bidang debat dan retorika bahasa Arab, sebagai pemateri utama.

Dalam pemaparannya, Kak Muzzammil menjelaskan lima format esensial dalam membangun mosi debat yang efektif, yaitu pembukaan (الافتتاح), penentuan posisi (تعيين المواقف) baik sebagai tim pro maupun kontra, penyampaian argumentasi (تصريح الحجج), kritik atau sanggahan (النقد), dan penutupan dan kesimpulan (الخاتمة والخلاصة)

Usai sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi debat bahasa Arab. Simulasi tersebut dipandu oleh Fajri sebagai moderator, sehingga berlangsung secara terarah, dinamis, dan kondusif.

Adapun tema debat yang diangkat dalam simulasi kali ini adalah poligami (تعدد الزوجات), yang menghadirkan dinamika diskusi yang cukup intens di antara peserta.

Dalam pelaksanaan simulasi, tim pro yang diwakili oleh Amin dan Farhan (Bupati HIMA Prodi PBA) berhadapan dengan tim kontra yang diisi oleh Hilda dan Fitri. Kedua tim saling menyampaikan argumentasi serta sanggahan secara fasih dalam bahasa Arab.

Suasana kegiatan berlangsung hidup dan interaktif, mencerminkan meningkatnya kemampuan komunikasi serta kepercayaan diri mahasiswa dalam berbahasa Arab, khususnya dalam konteks debat formal.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan intelektual dan keterampilan retorika mahasiswa, sekaligus memperkuat budaya akademik di lingkungan kampus INSYA Bangkalan.

Pos terkait