iaisyaichona.ac.id – Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA) Bangkalan melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka proses akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) selama dua hari, Rabu–Kamis, 17–18 Juni 2026.
Asesmen lapangan ini menjadi momen penting bagi Prodi MPI karena merupakan proses akreditasi pertama sejak program studi tersebut didirikan. Dalam kegiatan tersebut, LAMDIK menugaskan dua asesor, yakni Prof. Dr. Muhammad Munadi, S.Pd., M.Pd. dan Prof. Dr. Arismunandar, M.Pd., untuk melakukan verifikasi dan validasi terhadap dokumen serta kondisi riil program studi.
Kegiatan asesmen diawali dengan acara pembukaan yang dihadiri oleh pimpinan institut, jajaran fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta tim akreditasi Prodi MPI.

Dalam sambutannya, Rektor Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA) Bangkalan, Dr. Fera Andriani Djakfar Musthafa, Lc., M.Pd.I., menyampaikan bahwa asesmen lapangan ini merupakan pengalaman pertama bagi Prodi MPI sebagai program studi termuda di lingkungan INSYA Bangkalan.
“Assesmen Lapangan ini merupakan yang pertama bagi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), karena memang MPI merupakan prodi paling bungsu di kampus kami. Kami bersama tim telah berusaha semaksimal mungkin dalam menyiapkan seluruh kebutuhan akreditasi. Memang hingga saat ini MPI belum memiliki lulusan, sehingga melalui asesmen lapangan ini kami ingin belajar dan memperoleh berbagai masukan dari para asesor untuk pengembangan program studi ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, sambutan tim asesor yang diwakili oleh Prof. Dr. Muhammad Munadi, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa tujuan utama asesmen lapangan bukan sekadar melakukan penilaian, tetapi juga menjadi sarana klarifikasi dan pembelajaran bersama dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi.
“Sebenarnya tugas kami adalah ta’aruf, yaitu melakukan pengecekan terhadap Laporan Evaluasi Diri (LED) yang telah disusun oleh tim. Hari ini adalah proses tabayun atau klarifikasi. Apa yang telah kami baca dalam dokumen akan kami cocokan dengan data dan fakta yang ada di lapangan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa proses akreditasi merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun budaya mutu di perguruan tinggi.
“Dalam rangka meningkatkan mutu perguruan tinggi, kita semua dapat saling belajar, baik dari pengalaman institusi maupun dari berbagai praktik baik yang ditemukan para asesor di berbagai perguruan tinggi,” tambahnya.
Suasana pembukaan berlangsung hangat ketika Prof. Muhammad Munadi menutup sambutannya dengan sebuah pantun:
Jalan-jalan ke Bangkalan,
Jangan lupa mampir ke Sinjai.
Hari ini adalah asesmen lapangan,
Hadapi dengan santai.
Pantun tersebut disambut senyum dan tepuk tangan para peserta yang hadir.
Setelah acara pembukaan, asesmen lapangan dilanjutkan dengan sesi pemeriksaan dan verifikasi dokumen berdasarkan data kuantitatif dan data kualitatif. Prof. Dr. Arismunandar, M.Pd. bertugas melakukan pengecekan terhadap data kualitatif yang berkaitan dengan tata kelola, proses pembelajaran, serta implementasi berbagai standar mutu. Sementara itu, Prof. Dr. Muhammad Munadi, S.Pd., M.Pd. melakukan verifikasi terhadap data kuantitatif yang meliputi capaian kinerja, data dosen, mahasiswa, sarana-prasarana, serta berbagai indikator pendukung lainnya.
Melalui asesmen lapangan ini, Prodi MPI INSYA Bangkalan berharap memperoleh hasil terbaik sekaligus berbagai masukan konstruktif guna memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas akademik, dan mempersiapkan program studi menjadi lebih unggul serta berdaya saing di masa mendatang.
Asesmen lapangan juga menjadi bagian penting dalam memastikan kesesuaian antara dokumen akreditasi yang telah disusun dengan kondisi nyata di lapangan, sehingga hasil akreditasi nantinya dapat memberikan gambaran objektif mengenai kualitas penyelenggaraan pendidikan pada Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah INSYA Bangkalan.








