Melalui MoU dan PKS, INSYA dan Rahima Perkuat Kaderisasi serta Perlindungan Perempuan

iaisyaichona.ac.id – Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA) memperkuat komitmennya dalam pengembangan pendidikan, kaderisasi, dan pemberdayaan perempuan melalui kerja sama dengan Rahima (Pusat Pendidikan dan Informasi Islam dan Hak-Hak Perempuan).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara INSYA dan Rahima, serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Satuan Tugas Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) dan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) INSYA dengan Rahima. Penandatanganan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian ceremonial kegiatan Pengkaderan Ulama Perempuan Muda Madura.

Bacaan Lainnya

MoU ditandatangani oleh rektor INSYA, Dr. fera Andriani Djakfar Musthafa, Lc., M.Pd.I. dan Direktur Rahima, Nyai Hj. Pera Sopianti, S.Pd.I. Sementara itu, kerja sama pada tingkat pelaksana diperkuat melalui PKS antara Satgas PSGA-PPKPT INSYA dan Rahima.

Dalam sambutannya, Direktur Rahima, Nyai Hj. Pera Sopianti, S.Pd.I. menyampaikan rasa syukur dapat hadir dan bersilaturahmi di lingkungan INSYA. Ia mengapresiasi terlaksananya kerja sama yang menjadi ruang bersama untuk belajar dan memperbaiki diri, sebagaimana prinsip khoirun nas anfa`uhum linnas, bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak INSYA yang telah mengundang Rahima dalam program pengkaderan generasi muda. Menurutnya, kaderisasi menjadi bagian penting dalam membangun wawasan generasi muda agar memiliki perspektif yang luas dan moderat.

“Semoga ini bukan hanya awal, tetapi kita bisa terus bersama-sama belajar dan membangun kerja sama dalam pendidikan,” Ungkapnya.

Sementara itu, ketua PPKPT INSYA, Dr. Hj. Mutmainah, M.Si., M.Pd.I. menyambut baik terjalinnya sinergi antara INSYA dan Rahima. Ia menyampaikan bahwa kerja sama tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan, khususnya dalam isu kesetaraan gender serta pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa para peserta pengkaderan nantinya diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi mampu menjadi penggerak di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, keberadaan kader-kader muda tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap terwujudnya Madura yang semakin berkeadilan gender, sekaligus tetap menjaga karakter Bangkalan sebagai kota yang lekat dengan tradisi dzikir dan sholawat.

Rektor INSYA, Dr. Fera Andriani Djakfar Musthafa, Lc., M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan PSGA-PPKPT di lingkungan INSYA merupakan bagian komitmen perguruan tinggi dalam memberikan pemahaman yang baik kepada mahasiswa mengenai isu perempuan dan kesetaraan gender.

Ia menjelaskan bahwa PSGA-PPKPT INSYA sebelumnya telah diluncurkan dalam rangkaian harlah INSYA. Kehadiran PSGA-PPKPT kemudian diharapkan dapat menjadi ruang edukasi yang membantu mahasiswa, khususnya perempuan, dalam memahami posisi, peran, dan hak-haknya secara proporsional.

Rektor INSYA juga menekankan bahwa pemahaman mengenai gender tidak dimaksudkan untuk mempertentangkan perempuan dan laki-laki. Sebaliknya, perspektif kesetaraan gender harus diarahkan pada terciptanya hubungan yang saling menghargai dan bekerja sama sesuai dengan peran masing-masing.

Penandatangan MoU dan PKS tersebut menjadi langkah awal bagi INSYA dan Rahima untuk membangun sinergi yang lebih berkelanjutan. Kerja sama diharapkan dapat diwujudkan dalam berbagai program pendidikan, pengkaderan, peningkatan kapasitas, penelitian, pemberdayaan, serta penguatan perspektif kesetaraan gender serta pencegahan dan penanganan kekerasan.

Melalui kerja sama tersebut, INSYA dan Rahima berkomitmen untuk bersama-sama membangun generasi muda yang memiliki kapasitas keilmuan, wawasan moderat, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pos terkait