iaisyaichona.ac.id – Satuan Tugas Studi Gender dan Anak (PSGA) dan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi (PPKPT) IAI Syaichona Mohammad Cholil (INSYA) bekerja sama dengan Rahima (Pusat Pendidikan dan Informasi Islam dan Hak-Hak Perempuan) menyelenggarakan kegiatan Pengkaderan Ulama Perempuan Muda Madura (13/8).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas generasi muda Madura agar memiliki wawasan keislaman, perspektif kesetaraan gender, serta kemampuan untuk berkontribusi dalam menjawab berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat.
Pengkaderan tersebut diikuti sekitar 26 mahasiswa internal INSYA, yang merupakan delegasi dari berbagai program studi, baik mahasiswa putra maupun putri. Kegiatan turut didukung oleh panitia internal dari kepengurusan PSGA-PPKPT INSYA.
Selain unsur INSYA dan Rahima, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh dan penggerak SUPER Madura (Simpul Ulama Perempuan Rahima Madura), di antaranya Wanda sebagai perwakilan Rahima, Dr. Ulya Fikriyanti, Lc., M.Ag. selaku Pembina SUPER Madura, Raudlatun, S.H.I., M.Pd.I. selaku Ketua SUPER Madura, serta Aminatur Rizqiyah, M.Pd. dan Eni Farhatin, S.Ag., M.Pd.I. selaku bagian dari SUPER Madura.
Direktur Rahima, Nyai Hj. Pera Sopianti, S.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan dilingkungan INSYA yang dinilainya sebagai kampus berintegritas dan penuh keberkahan. Ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan untuk saling belajar dan memperbaiki diri, sekaligus memperkuat semangat menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.

Ia juga mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin melalui MoU dalam upaya pengkaderan generasi muda agar memiliki wawasan global yang moderat. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi juga berlanjut sebagai proses kolaboratif dalam dunia pendidikan.
Sementara itu, Ketua PPKPT INSYA, Dr. Hj. Mutmainah, M.Si., M.Pd.I., menegaskan bahwa peserta pengkaderan diharapkan mampu menjadi kader dan penggerak di lingkungan masing-masing.
“Anak-anak ini nantinya dikampungnya menjadi pioner atau penggerak dan kader militan di daerah mereka masing-masing”, ujarnya.
Ia berharap kader-kader muda yang mengikuti kegiatan tersebut dapat membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh ke tengah masyarakat, sehingga nilai-nilai kesetaraan, penghormatan terhadap martabat manusia, serta pencegahan kekerasan dapat semakin dipahami dan diterapkan.
Hal senada disampaikan Rektor INSYA, Dr. Fera Andriani Djakfar Musthafa, Lc., M.Pd.I., dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya pendidikan keperempuanan bagi mahasiswa, khususnya dalam membangun pemahaman mengenai peran perempuan secara proporsional.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan perempuan perlu dimulai dari pembentukan kualitas pribadi. Perempuan diharapkan mampu menjadi pribadi yang baik bagi dirinya sendiri, memiliki kemampuan menjalankan peran dalam keluarga, dan selanjutnya mampu mengambil peran kepemimpinan serta memberikan manfaat bagi orang lain.
Kegiatan Pengkaderan Ulama Perempuan Muda Madura ini diharapkan menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat isu-isu perempuan, kesetaraan gender, penanganan kekerasan, pencegahan kekerasan, serta peran strategis perempuan dalam kehidupan sosial dan keagamaan.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader muda yang tidak hanya memahami materi secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian untuk menjadi pioner, penggerak, dan agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Dengan dukungan INSYA, Rahima, PSGA-PPKPT INSYA, serta jejaring SUPER Madura, pengkaderan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan berkelanjutan dalam menyiapkan generasi muda Madura yang berintegritas, moderat, berwawasan luas dan mampu berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih adil, aman, dan bermartabat.






