LPM INSYA Ekspos Hasil AMI kepada Pimpinan, Perkuat Siklus PPEPP

iaisyaichona.ac.id — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA) Bangkalan melaksanakan Expose Hasil Audit Mutu Internal (AMI) kepada Pimpinan pada Kamis, 13 Agustus 2026, bertempat di Ruang Pertemuan Gedung B Kyai Fakhrillah Aschal.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan AMI yang telah dilaksanakan pada 5–6 Agustus 2026 terhadap segenap auditee, khususnya jajaran manajerial INSYA. Dalam kegiatan tersebut, LPM menyampaikan hasil audit secara menyeluruh kepada pimpinan sebagai gambaran objektif mengenai kondisi penyelenggaraan dan tata kelola INSYA saat ini.

Bacaan Lainnya

Kepala LPM INSYA, Dr. Ahmad, menjelaskan bahwa hasil AMI menunjukkan adanya tiga kategori temuan, yaitu temuan ringan, sedang, dan berat. Temuan tersebut tidak semata-mata dipandang sebagai kekurangan, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah perbaikan dan peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Expose hasil AMI ini menjadi bagian penting dalam penerapan PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Setelah standar ditetapkan dan dilaksanakan, AMI menjadi salah satu instrumen evaluasi. Hasil audit kemudian digunakan sebagai dasar pengendalian melalui tindak lanjut perbaikan, sekaligus menjadi pijakan untuk melakukan peningkatan mutu pada periode berikutnya.

Menariknya, kegiatan expose kali ini dilaksanakan dengan konsep lesehan. Pilihan tersebut menciptakan suasana yang lebih santai, terbuka, dan komunikatif. Pimpinan dan LPM duduk bersama untuk melihat berbagai temuan secara objektif dan mendiskusikan langkah perbaikannya.

Suasana lesehan tersebut sekaligus mencerminkan semangat bahwa mutu adalah tanggung jawab bersama. Tidak ada sekat antara pimpinan dan yang dipimpin, karena seluruh unsur INSYA memiliki peran yang sama dalam menjaga dan meningkatkan mutu institusi serta juga memiliki tujuan mulia yang sama yaitu mencari Barokah Syaichona Mohammad Cholil (lesehan digambarkan sebagai tradisi pondok pesantren)

Melalui kegiatan ini, LPM berharap setiap temuan AMI dapat segera ditindaklanjuti secara terukur dan terdokumentasi. Dengan demikian, AMI tidak berhenti pada laporan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari siklus perbaikan berkelanjutan menuju INSYA yang semakin berkualitas.

Karena mutu bukan sekadar menemukan kekurangan, tetapi tentang bagaimana bersama-sama memperbaikinya dan terus meningkatkannya.

Pos terkait